Klinik Aborsi Jakarta

Apa Itu Dilatasi dan Kuretase (D&C)?

Dilatasi dan kuretase, atau yang sering disebut D&C, adalah prosedur medis untuk membersihkan jaringan dari dalam rahim. Dokter kandungan biasanya melakukan tindakan ini di klinik, rumah sakit, atau pusat bedah. Dalam banyak kasus, pasien tidak perlu rawat inap dan bisa pulang pada hari yang sama setelah prosedur selesai.

Dokter melakukan D&C dengan dua tahap utama, yaitu membuka leher rahim dan mengangkat jaringan yang ada di dalam rahim. Prosedur ini bertujuan untuk menjaga kesehatan rahim serta mencegah komplikasi yang lebih serius.

Arti Dilatasi dan Kuretase

Istilah D&C berasal dari dua langkah utama dalam prosedur ini:

Dilatasi serviks
Dokter akan membuka atau melebarkan serviks, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Pada kondisi normal, serviks hanya membuka saat persalinan. Namun, dalam prosedur D&C, dokter membuka serviks secara perlahan agar alat medis bisa masuk dengan aman.

Kuretase
Setelah serviks terbuka, dokter menggunakan alat khusus bernama kuret untuk membersihkan jaringan dari dinding rahim. Alat ini membantu dokter mengangkat sisa jaringan yang tidak dibutuhkan atau jaringan abnormal.

Mengapa Seseorang Perlu Menjalani D&C?

Dokter dapat merekomendasikan prosedur D&C karena beberapa alasan medis. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.

Beberapa alasan umum dilakukannya D&C antara lain:

  • Membersihkan sisa jaringan di rahim
    Kondisi ini bisa terjadi setelah keguguran, aborsi, atau ketika sebagian jaringan plasenta masih tertinggal setelah melahirkan. Jika jaringan tidak dibersihkan, risiko infeksi dan perdarahan bisa meningkat.

  • Mengatasi perdarahan rahim yang tidak normal
    D&C membantu dokter mengangkat jaringan abnormal yang menyebabkan perdarahan, seperti polip, kista, atau penebalan dinding rahim.

  • Membantu diagnosis penyakit tertentu
    Dokter dapat mengirim sampel jaringan rahim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi infeksi, gangguan hormon, hingga kanker rahim sejak dini.

Dalam beberapa kasus, dokter juga mengombinasikan D&C dengan prosedur histeroskopi. Melalui histeroskopi, dokter dapat melihat bagian dalam rahim secara langsung menggunakan alat berkamera sebelum atau saat melakukan kuretase.

Apa yang Terjadi Sebelum Prosedur D&C?

Sebelum tindakan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan secara menyeluruh. Pasien perlu memberi tahu dokter mengenai obat yang sedang dikonsumsi, alergi tertentu, atau kemungkinan kehamilan.

Dokter biasanya meminta pasien untuk berpuasa beberapa jam sebelum prosedur. Selain itu, dokter dapat memberikan obat untuk melunakkan dan membuka serviks agar prosedur berjalan lebih mudah dan nyaman.

Proses Dilatasi dan Kuretase

Sebelum memulai prosedur, dokter akan menjelaskan pilihan anestesi yang tersedia. Jenis anestesi disesuaikan dengan kondisi pasien dan tujuan tindakan.

Pilihan anestesi yang umum digunakan meliputi:

  • Anestesi umum, pasien tertidur selama prosedur

  • Anestesi regional, bagian tubuh dari pinggang ke bawah mati rasa

  • Anestesi lokal, hanya area serviks yang dibuat mati rasa

Setelah anestesi bekerja, dokter akan memulai tindakan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Pasien berbaring seperti saat pemeriksaan ginekologi.

  2. Dokter memasukkan alat untuk membuka vagina dan menahan serviks.

  3. Dokter melebarkan serviks secara perlahan menggunakan alat khusus.

  4. Dokter membersihkan jaringan dari dalam rahim dengan kuret atau alat hisap.

  5. Dokter dapat mengirim jaringan ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan.

Berapa Lama Prosedur D&C Dilakukan?

Prosedur D&C biasanya berlangsung sekitar 5–10 menit. Namun, seluruh proses membutuhkan waktu lebih lama karena persiapan, pemberian anestesi, dan masa pemulihan singkat setelah tindakan.

Apakah Prosedur D&C Menyakitkan?

Sebagian besar pasien merasakan kram ringan setelah prosedur, mirip dengan nyeri haid. Dokter biasanya menyarankan obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.

Apa yang Terjadi Setelah D&C?

Setelah prosedur, pasien perlu ditemani saat pulang. Dalam beberapa hari, kram ringan dan bercak darah masih bisa muncul dan tergolong normal.

Dokter biasanya menyarankan pasien untuk:

  • Menggunakan pembalut, bukan tampon

  • Menghindari hubungan seksual sementara waktu

  • Menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan

Pasien umumnya dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari.

Manfaat Dilatasi dan Kuretase

Prosedur D&C membantu dokter:

  • Mengatasi perdarahan rahim yang tidak normal

  • Membersihkan rahim setelah keguguran atau aborsi

  • Mendeteksi kelainan jaringan rahim sejak dini

  • Mencegah infeksi dan komplikasi lanjutan

Risiko yang Perlu Diketahui

Meskipun tergolong aman, D&C tetap memiliki risiko seperti:

  • Infeksi

  • Perdarahan

  • Luka kecil pada dinding rahim

Dalam kasus yang jarang, prosedur ini dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut di dalam rahim. Namun, dokter dapat menangani kondisi tersebut jika terdeteksi sejak awal.

Masa Pemulihan Setelah D&C

Sebagian besar pasien pulih dalam waktu kurang dari satu minggu. Namun, pemulihan emosional bisa berbeda pada setiap orang, terutama jika prosedur dilakukan setelah keguguran.

Siklus menstruasi berikutnya bisa datang lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Hal ini masih tergolong normal selama tidak disertai keluhan berat.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri perut yang semakin parah

  • Demam

  • Perdarahan berat

  • Keluar gumpalan darah besar

  • Keputihan berbau tidak sedap

Dilatasi dan kuretase adalah prosedur medis yang penting di klinik aborsi untuk menjaga kesehatan rahim dalam kondisi tertentu. Dengan penanganan yang tepat dan pengawasan dokter berpengalaman, prosedur ini dapat membantu mencegah komplikasi serta mendukung pemulihan yang lebih aman.